15AH, San Francisco

California, United States.

Send Your Mail At:

[email protected]

Working Hours

Mon-Sat: 9.30am To 7.00pm

Title

Autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et dolore feugait

alasan impor tempat sampah

5 Alasan Pemerintah DKI Impor Tempat Sampah dari Jerman

alasan impor tempat sampah

alasan impor tempat sampah

Menurut Agen Judi Bola Terbersar belakangan ini, warganet media sosial sedang ramai membicarakan pengadaanlokasi sampah pemerintah provinsi DKI Jakarta yang dengar-dengar sampaimenguras dana Rp9,6 miliar! Meski barangkali jumlah segitu udahmelewati proses pertimbangan matang, tapi untuk kita ‘sobat kismin’,lokasi sampah yang harga 1 bijinya dibanderol Rp3 jutaan tersebut tetap aja buat kejang-kejang. Apalagi kalau disaksikan sekilas bentuknya nggaklain jauh sama yang harganya ratusan ribu doang. Ya, nggak sih?

Masalah sampah ini memang jadi problematika umum kota besar kayak Jakarta. Setiap harinya entah berapa ton sampah yang dilemparkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang ujung-ujungnya cumameningkatkan tinggi gunungan sampah di sana. Belum lagi sampah-sampah itudapat menimbulkan bau dan mengotori lingkungan sekitar. Tapi sebenarnya, apa sih dalil pemprov melakukan pembelian tempat sampah produksi Jerman yang mahalnya nggak ketulungan itu? inilah rangkumannya bikin kamu. Simak kuy~

1. Tempat sampah yang dibeli Dinas Lingkungan Hidup (LH) lewat e-catalog ini informasinya udah cocok standar internasional
Pengadaan tong sampah brand Weber produksi Jerman ini dilaksanakan lewat e-catalog Lembaga Kebijakan Penyediaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan didatangkan ke Jakarta oleh PT. Groen Indonesia sebagai importir. Katanya sih tong sampah ini ialah satu-satunya produk berstandar internasional yang terdapat di e-catalog LKPP. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, laksana dikutip Kompas, mengatakan bila sekiranya terdapat produk lokal yang telah berstandar internasional,tentu sudah dibeli.

2. Tempat sampah ini sebetulnya berpasangan dengan truk compactor yang udah dibeli bertahap semenjak 2016 silam
Tempat sampah made in Germany ini sebetulnya sudah mulai dibeli secara bertahap semenjak 2016. Nah saat tersebut pemprov ternyata pun membeli ‘pasangan’nya, yaitu truk compactor guna membawa sampah dari rumah-rumah ke TPS sebanyak 91 unit. Dengan adanya truk ini, petugas kesucian nggak butuh lagi mengusung tong sampah satu per satu guna dimasukkan ke dalam truk. Ini sebab truk telah dilengkapi katrol yang dapat mengusung lokasi sampah secara otomatis. Di samping itu, truk compactor juga dapat memadatkan sampah, menciptakan air lindi atau air sampah nggak lagi berceceran di jalanan.

3. Adanya truk compactor menyeluruh dengan lokasi sampahnya tersebut membuat pengelolaan sampah di Jakarta udah serupa sama di luar negeri
Isnawa pun mengatakan bila pengadaan truk compactor dan lokasi sampah Jerman tersebut merupakan teknik pemerintah untuk memperbarui pengelolaan sampah di Jakarta. Kalau dilihat, memang sekitar inipenyaluran sampah dari rumah-rumah ke TPS dan TPST masih gunakan bak terbuka. Di samping bau, bisa jadi sampah tercecer pun lebih besar. Menurutnya ini paling nggak efektif. Kalau gunakan sistem baru ini, warga bermukim mendorong tong sampahnya hingga ke truk untuk lantas dikaitkan ke kait hidrolik. Sampah-sampah jadi dapat dituang dengangampang ke dalam truk.

4. Kalau soal harga, informasinya harga segitu udah termasuk murah lho guys! Segitu aja murah, terus mahalnya seberapa dong?!
Nah, bila bicara soal harga, meskipun untuk kita ongkos segitutergolong mahal banget, lagipula cuma buat lokasi sampah doang, namun menurut keterangan dari Isnawa harga tersebut udah tergolong murah. Dilansir Detik, sebagai perbandingan, di website e-catalog LKPP, ada 11 produk dengan kelompok tempat sampah, 3 produksi Cina (Aoto), 4produksi Jerman (Weber), dan 4 produksi lokal (Panjaya). Dengan kapasitas 660 liter, tong sampah Aoto dihargai Rp3.444.402/unit,sementara Weber Rp3.535.716/unit. Bagi Panjaya kebetulan stok yang 660 liter sedang habis. Kalau menyaksikan merek lokal lain, Krisbow, harganyajusteru berkisar antara 4.390.000 – Rp5.888.900 per unit.

5. Berbagai spesifikasi tong sampah produksi Jerman ini juga diandalkan jadi dalil pemprov DKI bela-belain menggelontorkan dana miliaran bikin membelinya
Dengan harga Rp3,5 juta, sebetulnya pembeli pun sudah mendapat guna dari sekian banyak spesifikasi yang ada. Seperti dilansir Detik, wadah besar berwarna hijau ini dapat memuat 660 liter atau 270 kg sampah. Iadiciptakan dari bahan high-density polyethilene (HDPE) sampai-sampai tahan dari beku, panas, sampai reaksi kimia, Kabarnya produk keluaran Weber ini juga dapat menangkal radiasi sinar UV. Roda berbahan karet diunsur bawahnya dapat berputar 360 derajat dan terdapat sistem pengereman supaya roda nggak gampang bergerak. Terus, biar nggak mudah korosi, pada unsur yang tercipta dari metal pun dilapisi zinc.

Hmm, lumayan oke sih ya, namun usahakan nggak hanya infrastrukturnya aja yang diperbaiki, tapi pun mental penduduknya yang mana beberapa besar masih belum begitu paham pentingnya mengelola sampah dengan baik. Kan runyam bila udah beli perangkat mahal-mahal namun warganya sendiri nggak ngerti gimana teknik mengoperasikannya atau memanfaatkannya dengan maksimal.

admin

Leave a Reply